Silahkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi artikel di sini, dengan mencantumkan URL kedaimusafir.blogspot.com atau link sumber pertama.
Terimakasih atas pengertian anda.

Kamis, 05 Februari 2015

Sekedar Mengenang

Bukankah kenangan memang sewajarnya dikenang? Menjadikannya abadi di dalam rangkaian aksara.

Beberapa kebetulan itu.
Dia sedang memarkir kumbang hitamnya, saat saya datang. Lalu kami berjalan bersama, tanpa kata, menyusuri tepian danau kampus, menuju sebuah cafe. Jantungku berdebar.

Pernah juga, berlatar hujan deras,  saya sedang memarkir bebek unguku, saat dia datang. Kami sama-sama basah kuyup. Jantungku berhenti berdetak, saat dia membuka helmnya, dan tersenyum lebar, lalu membuka bajunya yang basah.

Lagi,
Ini memang susah diterima oleh nalar, hanya saya yang tahu persis rasanya. Malam itu, sehabis puas makan durian, saya dan teman-teman mengobrol. Tiba-tiba saja jantung berdebar, gelisah, seperti ada yang memanggil. Maka, kucoba mengikuti gerak rasaku. Pintu ku buka, dan jantungku lagi-lagi berhenti berdetak dibuatnya. Di balik pintu dia berdiri. Rupa-rupanya dia baru bangun dan hendak keluar mencari sendalnya.

Terakhir yang kuingat,
Setelah makan nasi goreng beramai-ramai dengan teman, saya ke belakang membawa piring kotor. Kusingkap tirai, dan dia sedang berdiri tepat di depanku, menggembungkan mulutnya yang penuh air putih. Sekali lagi, jantungku dibuatnya berhenti berdetak.

Benar-benar kebetulan yang manis. Berharap waktu bisa kuulang .

Rabu, 09 Juli 2014

Pemilihan Umum dan Salesman

Menunggu buka puasa di bulan Ramadhan dengan berselancar di dunia maya adalah sesuatu yang menyenangkan bagiku. Membuka situs-situs jejaring sosial, mulai dari facebook, bbm, sampai twitter, dan lain sebagainya, membaca status-status yang muncul, status lebai, status galau, berkomentar, membalas pesan, meretweet, tertawa-tawa sendiri, dongkol sendiri. Bahasa ilmiahnya yaitu AUTIS!!!. Bosan bersosialisasi, mulai mengecek email satu per satu, membaca artikel-artikel, download sana-sini. Yah, begitulah kira-kira, pemirsa. Kubuka twitterku @hasriantiJr, segera bermunculan tweet-tweet baru di dindingnya. Salah satu tweet menarik perhatianku, ini dia:

Jumat, 28 Februari 2014

Kama Karma Kurma

Ash-shalaatu khairum-minan-nauum.
Sesungguhnya sholat itu lebih baik daripada tidur.
Ash-shalaatu khairum-minan-nauum.
Sesungguhnya sholat itu lebih baik daripada tidur.

Terdengar dari kejauhan. Gaungnya merambat masuk menembus dinding bata kamar kosku. Sedang hujan yang sejak tadi malam mengucur belum juga reda. Malahan bertambah deras. Mungkin karena tidak berplafon, maka dinginnya bayu terasa sekali. Mungkin juga lantaran kesepian yang kurasa makin menjadi.
Segera ku meloncat ke wc, lantas berwudhu. Grrr. Dingin. Ah, tidak mengapa. Asal Tuhan tidak meninggalkanku. Lucu kukira. Sebab kutemui Ia saat ku kalut dan takut saja.

Entri Populer